Latest News

Comments

Kamis, 18 Juli 2019

Macam Macam Sensor Dan Penjelasannya



      1. sensor cahaya
sensor cahaya digunakan terhadap objek-objek yang memiliki bentuk warna atau cahaya, yang diubah menjadi daya yang berbeda-beda.
Sensor cahaya ini terdiri dari 3 macam kategori yaitu :
·         fotovoltaic adalah alat sensor sinar yang mengubah energi sinar langsung menjadi energi listrik, dengan adanya penyinaran cahaya akan menyebabkan pergerakan elektron dan menghasilkan tegangan. 

·         Fotokonduktif (fotoresistif) adalah alat sensor cahaya yang akan memberikan perubahan tahanan (resistansi) pada sel-selnya, semakan tinggi intensitas cahaya yang diterima sensor, maka semakin kecil pula nilai tahanannya.


·         Fotolistrik merupakan sensor yang berprinsip kerja berdasarkan pantulan karena perubahan posisi suatu sumber cahaya ataupun target pemantulannya, yang terdiri dari pasangan sumber cahaya dan penerima.

2. Sensor tekanan
Sensor tekanan ini memiliki transduser yang mengukur ketegangan kawat, dimana mengubah tegangan mekanis menjadi sinyal listrik. Dasar penginderaannya pada perubahan tahanan pengantar (transduser) yang luas penampangannya.

3. Sensor proximit

Sensor proximit atau sensor jarak adalah sebuah sensor yang mampu mendeteksi keberadaanbenda yang berada didekatnya tanpa melakukan kontak fisik secara langsung. Biasanya sensor ini terdiri dari alat elektronis solid-state yang terbungkus rapat untuk melindungi dari pengaruh getaran, cairan, kimiawi, dan korosif yang berlebih. 


4.  Sensor ultrasonik
Sensor ultrasonik bekerja berdasarkan prinsip pantulan gelombang suara, dimana sensor ini menghasilkan gelombang suara yang kemudian menangkapnya kembali dengan perbedaan waktu sebagai dasar penginderaannya.


5. Sensor kecepatan (RPM)
Sensor percepatan merupakan proses kebalikan dari suatu motor, dimana suatu poros/object yang berputar pada suatu generator akan menghasilkan suatu tegangan yang sebanding dengan kecepatan putaran object. Kecepatan putar sering pula diukur dengan menggunakan sensor yang mengindera pulsa magnetis (induksi) yang timbul saat medan magnetis terjadi.
Dalam prakteknya ada beberapa sensor diantaranya :
·         Tachometer dan Stoboscope
·         Kabel Piezoelectric
·         Muzzle velocity
·         Encoder Meter

     6. Sensor magnet
Sensor magnet atau disebut relai buluh, adalah alat yang akan terpengaruhi medan magnet dan akan memberikan perubahan kondisi pada keluaran. Seperti layaknya saklar dua kondisi (ON/OFF) yang digeakan oleh adanya medan magnet disekitarnya. Biasanya sensor ini dikemas dalam bentuk kemasan yang hampa dan bebas dari debu, kelembapan, asap ataupun uap.

7. Sensor penyandi
Sensor penyandi atau encorder digunakan untuk mengubah gerakan linear atau putaran menjadi sinyal digital, dimana sensor putaran memonitoring gerakan putaran dari suatu alat.
Sensor ini terdiri dari dua lapisan penyandi yaitu sebagai berikut :
·         Penyandi Rotary (yang mentransmisikan jumlah tertentu dari pulsa untuk masing masing putaran). Penyandi ini merupakan penyandi tambahan yang akan membangkitkan gelombang kotak pada objek yang diputar.
·         Penyandi absolut (yang memperlengkapi kode binary tertentu untuk masing masing posisi sudut) mempunyai cara kerja sama dengan perkecualian, lebih banyak atau lebih rapat pulsa gelombang kotak yang dihasilkan sehingga membentuk suatu pengkodean dalam susunan tertentu.
     

    8. sensor suhu

sensor suhu atau Temperature sensors adalah suatu komponen yang dapat mengubah besaran panas menjadi besaran listrik sehingga dapat mendeteksi gejala perubahan suhu pada objek tertentu.
Terdapat banyak jenis utama sensor suhu yang sering digunakan yaitu :
·         Thermocouple (T/C) pada intinya terdiri dari sepasang transduser panas dan dingin yang disambungkan dan dilebur bersama, dimana terdapat perbedaan yang timbul antara sambungan tersebut dengan sambungan referensi yang berfungsi sebagai pembanding.
·         Resistance Temperature Detector (RTD) memiliki prinsip dasar pada tahanan listrik dari logam yang bervariasi sebanding dengan suhu. Kesebandingan variasi ini dalah presisi dengan tingkat konsisten/kestabilan yang tinggi pada pendeteksian tahanan.

·         Termistor adalah resistor yang peka terhadap panas yang biasanya mempunyai koefisien suhu negatif, karena saat suhu meningkat maka tahanan menurun atau sebaliknya. Jenis ini sangat peka dengan perubahan tahan 5% per C sehingga mampu mendeteksi perubahan suhu yang kecil.

·         IC sensor adalah sensor suhu dengan rangkaian terpadu yang menggunakan chipsilikon untuk kelemahan pengindeanya.

·         Termostat adalah jenis sensor suhu kotak yang menggunakan prinsip electro mechanical.

·         Contact Temperature Sensor
Sensor suhu jenis ini adalah sensor suhu yang memerlukan kontak fisik dengan objek yang akan dirasakan perubahan suhunya.
·         Non-Contact Temperature Sensor
Sensor jenis ini adalah sensor suhu yang dapat mendeteks perubahan suhu dengan menggunakan konveksi dan radiasi sehingga tidak memerlukan kotak fisik langsung dengan objek yang akan diukur atau dideteksi suhunya.

 9. sensor flow meter
Flow sensor adalah alat untuk merasakan laju aliran fluida. Biasanya sensor aliran adalah elemen pengindraan yang digunakan dalam flow meter, atau aliran logger, untuk merekam aliran cairan. Seperti yang terjadi untuk semua sensor, akurasi mutlak pengukuran memerlukan fungsi kalibrasi.

Jenis flow meter dapat dibagi dalam beberapa jenis yaitu :
·         Ultrasonic flow meter
Ultrasonic flow meter merupakan flow meter yang dapat digunakan pada semua aplikasi pada gas dan liquid. Ultrasonic flow meter  ini ada beberapa yang digunakan namun yang paling luas dan banyak digunakan karena memiliki karakteristic non contact dan bisa digunakan dengan cara clamp on serta cara pemakaian yang sangat efektif adalah portable flow meter.

·         Glass Tube Flow Meter
Glass tube flow meter banyak digunakan untuk pemasangan dengan sistem vertikal dan besaran flow rate bisa langsung dibaca pada tabung kaca yang mana bahan dari kaca cukup baik yaitu pyrex glass. Jenis ini banyak digunakan ketika instalasi pipa cairan tidak mempunyai area horizontal yang memadai sehingga tidak terlalu membutuhkan area luas.
·         Thermal Mass Flow Meters
·         Coriolis Mass Flow Meter
·         Positive Displacement PD Meter
·         Turbine Flow Meter
Turbine flow meter pada dasarnya menggunakan prinsip dari woltman rotating vane meter, dimana didalam flow meter terdapat vane atau turbine atau impeller yang akan berputar saat fluid mengalir kedalam flow meter sehingga cukup tepat digunakan untuk mengukur fluid yang flownya rendah namun punya pressure yang sangat tinggi.

·         Electromagnetic Flow Meter
Merupakan jenis flow meter yang mempunyai populasi tertinggi untuk flowmeter yang digunakan mengukur aliran fluid baik berupa air atau cairan lainnya baik aliran corosive, kotoran dan lumpur.

·         Orifice Flow Meter
Jenis ini prinsip kerjanya menggunakan pressure difference dan bisa digunakan untuk high temperature maupun hight presure. Disamping bisa digunakan untuk mengukur aliran liquid, gas juga bisa untuk diaplikasikan pada aliran steam.

·         Laminar Mass Flow Meter
·         Rotameter
·         Venturi Flow Meters
      10. Sensor flame


Sensor flame ini dapat mendeteksi nyala api dengan panjang gelombang 760nm -1100nm. Dalam banyak pertandingan robot, pendeteksian nyala api menjadi salah satu aturan umum perlombaan yang tidak pernah ketinggalan. Oleh sebab itu sensor ini sangat berguna, yang dapat anda jadikan ‘mata’ bagi robot untuk dapat mendeteksi sumber nyala api, atau mencari bola.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Recent in Sports

Tags

Recent Post