1. sensor cahaya
sensor cahaya digunakan terhadap
objek-objek yang memiliki bentuk warna atau cahaya, yang diubah menjadi daya
yang berbeda-beda.
Sensor cahaya ini terdiri dari 3 macam
kategori yaitu :
·
fotovoltaic adalah alat sensor sinar yang mengubah
energi sinar langsung menjadi energi listrik, dengan adanya penyinaran cahaya
akan menyebabkan pergerakan elektron dan menghasilkan tegangan.
·
Fotokonduktif (fotoresistif) adalah alat sensor
cahaya yang akan memberikan perubahan tahanan (resistansi) pada sel-selnya,
semakan tinggi intensitas cahaya yang diterima sensor, maka semakin kecil pula
nilai tahanannya.
·
Fotolistrik merupakan sensor yang berprinsip
kerja berdasarkan pantulan karena perubahan posisi suatu sumber cahaya ataupun
target pemantulannya, yang terdiri dari pasangan sumber cahaya dan penerima.
2. Sensor tekanan
Sensor tekanan ini memiliki transduser yang
mengukur ketegangan kawat, dimana mengubah tegangan mekanis menjadi sinyal
listrik. Dasar penginderaannya pada perubahan tahanan pengantar (transduser)
yang luas penampangannya.
3. Sensor proximit
Sensor proximit atau sensor jarak
adalah sebuah sensor yang mampu mendeteksi keberadaanbenda yang berada
didekatnya tanpa melakukan kontak fisik secara langsung. Biasanya sensor ini
terdiri dari alat elektronis solid-state yang terbungkus rapat untuk melindungi
dari pengaruh getaran, cairan, kimiawi, dan korosif yang berlebih.
4. Sensor ultrasonik
5. Sensor kecepatan (RPM)

Sensor percepatan merupakan proses
kebalikan dari suatu motor, dimana suatu poros/object yang berputar pada suatu
generator akan menghasilkan suatu tegangan yang sebanding dengan kecepatan
putaran object. Kecepatan putar sering pula diukur dengan menggunakan sensor
yang mengindera pulsa magnetis (induksi) yang timbul saat medan magnetis
terjadi.
Dalam prakteknya ada beberapa sensor
diantaranya :
·
Tachometer dan Stoboscope
·
Kabel Piezoelectric
·
Muzzle velocity
·
Encoder Meter
6. Sensor magnet

7. Sensor penyandi

Sensor penyandi atau encorder digunakan
untuk mengubah gerakan linear atau putaran menjadi sinyal digital, dimana
sensor putaran memonitoring gerakan putaran dari suatu alat.
Sensor ini terdiri dari dua lapisan
penyandi yaitu sebagai berikut :
·
Penyandi Rotary (yang mentransmisikan jumlah
tertentu dari pulsa untuk masing masing putaran). Penyandi ini merupakan
penyandi tambahan yang akan membangkitkan gelombang kotak pada objek yang
diputar.
·
Penyandi absolut (yang memperlengkapi kode
binary tertentu untuk masing masing posisi sudut) mempunyai cara kerja sama
dengan perkecualian, lebih banyak atau lebih rapat pulsa gelombang kotak yang
dihasilkan sehingga membentuk suatu pengkodean dalam susunan tertentu.
8. sensor suhu

sensor suhu atau Temperature sensors adalah
suatu komponen yang dapat mengubah besaran panas menjadi besaran listrik
sehingga dapat mendeteksi gejala perubahan suhu pada objek tertentu.
Terdapat banyak jenis utama sensor suhu
yang sering digunakan yaitu :
·
Thermocouple (T/C) pada intinya terdiri dari
sepasang transduser panas dan dingin yang disambungkan dan dilebur bersama,
dimana terdapat perbedaan yang timbul antara sambungan tersebut dengan sambungan
referensi yang berfungsi sebagai pembanding.

·
Resistance Temperature Detector (RTD) memiliki
prinsip dasar pada tahanan listrik dari logam yang bervariasi sebanding dengan
suhu. Kesebandingan variasi ini dalah presisi dengan tingkat konsisten/kestabilan
yang tinggi pada pendeteksian tahanan.

·
Termistor adalah resistor yang peka terhadap
panas yang biasanya mempunyai koefisien suhu negatif, karena saat suhu
meningkat maka tahanan menurun atau sebaliknya. Jenis ini sangat peka dengan
perubahan tahan 5% per C sehingga mampu mendeteksi perubahan suhu yang kecil.

·
IC sensor adalah sensor suhu dengan rangkaian
terpadu yang menggunakan chipsilikon untuk kelemahan pengindeanya.

·
Contact Temperature Sensor
Sensor suhu jenis ini adalah sensor suhu yang memerlukan kontak fisik
dengan objek yang akan dirasakan perubahan suhunya.
·
Non-Contact Temperature Sensor
Sensor jenis ini adalah sensor suhu yang dapat mendeteks perubahan suhu
dengan menggunakan konveksi dan radiasi sehingga tidak memerlukan kotak fisik
langsung dengan objek yang akan diukur atau dideteksi suhunya.

9. sensor flow meter
Flow sensor adalah alat untuk merasakan laju aliran fluida. Biasanya sensor aliran adalah elemen pengindraan yang digunakan dalam flow meter, atau aliran logger, untuk merekam aliran cairan. Seperti yang terjadi untuk semua sensor, akurasi mutlak pengukuran memerlukan fungsi kalibrasi.
Flow sensor adalah alat untuk merasakan laju aliran fluida. Biasanya sensor aliran adalah elemen pengindraan yang digunakan dalam flow meter, atau aliran logger, untuk merekam aliran cairan. Seperti yang terjadi untuk semua sensor, akurasi mutlak pengukuran memerlukan fungsi kalibrasi.
Jenis flow meter dapat dibagi dalam
beberapa jenis yaitu :
Ultrasonic flow meter merupakan flow meter yang dapat digunakan pada
semua aplikasi pada gas dan liquid. Ultrasonic flow meter ini ada beberapa yang digunakan namun yang
paling luas dan banyak digunakan karena memiliki karakteristic non contact dan
bisa digunakan dengan cara clamp on serta cara pemakaian yang sangat efektif
adalah portable flow meter.

·
Glass Tube Flow Meter
Glass tube flow meter banyak digunakan untuk pemasangan dengan sistem vertikal
dan besaran flow rate bisa langsung dibaca pada tabung kaca yang mana bahan
dari kaca cukup baik yaitu pyrex glass. Jenis ini banyak digunakan ketika
instalasi pipa cairan tidak mempunyai area horizontal yang memadai sehingga
tidak terlalu membutuhkan area luas.
·
Thermal Mass Flow Meters
·
Coriolis Mass Flow Meter
·
Positive Displacement PD Meter
·
Turbine Flow Meter
Turbine flow meter pada dasarnya menggunakan prinsip dari woltman
rotating vane meter, dimana didalam flow meter terdapat vane atau turbine atau
impeller yang akan berputar saat fluid mengalir kedalam flow meter sehingga
cukup tepat digunakan untuk mengukur fluid yang flownya rendah namun punya
pressure yang sangat tinggi.
·
Electromagnetic Flow Meter
Merupakan jenis flow meter yang mempunyai populasi tertinggi untuk
flowmeter yang digunakan mengukur aliran fluid baik berupa air atau cairan
lainnya baik aliran corosive, kotoran dan lumpur.
·
Orifice Flow Meter
Jenis ini prinsip kerjanya menggunakan pressure difference dan bisa
digunakan untuk high temperature maupun hight presure. Disamping bisa digunakan
untuk mengukur aliran liquid, gas juga bisa untuk diaplikasikan pada aliran
steam.
·
Laminar Mass Flow Meter
·
Rotameter
·
Venturi Flow Meters
10. Sensor flame
Sensor flame ini dapat mendeteksi nyala api
dengan panjang gelombang 760nm -1100nm. Dalam banyak pertandingan robot,
pendeteksian nyala api menjadi salah satu aturan umum perlombaan yang tidak
pernah ketinggalan. Oleh sebab itu sensor ini sangat berguna, yang dapat anda
jadikan ‘mata’ bagi robot untuk dapat mendeteksi sumber nyala api, atau mencari
bola.













Tidak ada komentar:
Posting Komentar